The Discovery Learning Dalam Mata Kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran untuk Menumbuhkan Kemampuan Penemuan Diri (Self Invention) Mahasiswa

Discovery Learning; Teori Belajar dan Pembelajaran; Self Invention

Authors

  • Wanda Nugroho Yanuarto Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.36277/defermat.v2i1.30

Keywords:

discovery learning, teori belajar dan pembelajaran dan kemampuan penemuan diri (self invention)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran menggunakan discovery learning pada mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran. Selain itu juga pembelajaran yang dilakukan untuk melihat kemampuan penemuan diri (Self invention) mahasiswa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi kasus metode deskriptif kualitatif (Creswell, 2012; Fraenkel, 2010). Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto). Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari bulan Mei sampai Agustus 2015. Populasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa semester II yang mengambil mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran, program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang berjumlah 92 mahasiswa. Dari populasi tersebut diambil 1 kelas teori, yaitu kelas IIB berjumlah 46 mahasiswa. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa menggunakan discovery learning mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan penemuan diri mereka. Didasarkan dari aspek langkah pengajaran discovery learning, mahasiswa mampu mengikuti pembelajaran dengan maksimal, sedangkan dari observasi kelas didapatkan mahasiswa dapat menyerap dan belajar sebanyak 83%.

References

Budiningsih. (2005). Discovery learning sebagai pemecahan masalah pendidikan Indonesia. Bandung : Bineka Cipta Utama
Creswell, J. W. (2012). Educational Research. Boston: Pearson Education.
Dalyono. (1996). Model pembelajaran discovery learning. Jakarta: Karya Asih Persada
Emetembun. (1986). Penemuan sebagai Discovery learning dalam belajar. Yogyakarta: Media Raya
Fraenkel, R. J., & Wallen, E. N. (2010). How To Design And Evaluate Research in Education. Boston: Mc Graw Hill
Hamzah. (2003). Teori belajar dan pembelajaran sebagai jiwa pendidikan. Jakarta: Media Utama
Joolingen, W.R. van, & Jong, T. de. (1997). An extended dual search space model of scientific discovery learning. Instructional Science, 25, 307-346.
Miles & Huberman. (1992). Penelitian kualitatif dalam pendidikan. Jakarta: Cipta Reka Utama
Stuart & Sudeen (1998). How to overcome self invention. New Jersey: Routledge
Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Suherman, E, et al. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA.
Sund. (2001). Discovery learning as role learning model. California: Hill & Co
Syah, M., (1996). Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syamsudini. (2012). Aplikasi Metode Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah, Motivasi Belajar dan Daya Ingat Siswa.
Uno. (2006). Instructional Learning as good goals in education. New York: Routledge

Downloads

Published

2019-06-30

How to Cite

Yanuarto, W. N. (2019). The Discovery Learning Dalam Mata Kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran untuk Menumbuhkan Kemampuan Penemuan Diri (Self Invention) Mahasiswa: Discovery Learning; Teori Belajar dan Pembelajaran; Self Invention. De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 7–16. https://doi.org/10.36277/defermat.v2i1.30

Issue

Section

Articles